Kalkulatif.com

Strategi Trading Saham: Scalping


Strategi Trading Saham: Scalping

Dalam trading saham, teknik scalping adalah suatu strategi di mana trader mencoba untuk mengambil profit sekecil apapu secara beruntun. Seorang trader ini akan melakukan aksi buy and sell dari pasar beberapa kali dalam sehari, dengan cara memanfaatkan atas pergerakan pasar yang volatile.

Perbedaan scalping dengan day trading ialah seorang trader day trading hanya akan membuka posisi sebanyak satu atau dua kali dan posisi tersebut akan ditutup sebelum hari perdagangan tersebut berakhir. Sementara seorang scalper bisa membuka dan menutup posisi lebih banyak lagi dan hanya mengincar keuntungan walaupun kecil tiap kali membuka posisi.

Strategi dari scalping membutuhkan konsistensi dan konsentrasi yang sangat tinggi untuk memantau segala aktivitas pasar saham yang terjadi dan bereaksi secepat kilat dalam merespon setiap peluang. Kekurangan dari teknik ini ada pada saat perhatian teralihkan, maka akan melewatkan peluang yang ada atau bahkan justru mengalami kerugian yang cukup besar.

Scalping tidak cocok diterapkan pada seseorang yang masih sering di liputi emosi yang tinggi, sebab teknik ini bukan untuk mereka yang mudah dilanda emosi. Bahkan sebenarnya seorang day trader pun tak boleh emosional ketika trading, apalagi seorang scalper.

Ada waktu tertentu untuk bisa menjalankannya secara efektif, seperti dua tipe waktu yang dipilih oleh scalper. Waktu dimana pasar memiliki arah tidak menentu dan waktu dimana perdagangan sangat terarah, likuid, dan volalitas tinggi. Kedua kondisi ini dipilih berdasarkan strategi trading masing-masing.

2018-08-28T22:35+07:00
About Disclaimer Contact © 2018 Kalkulatif.com