Kalkulatif.com

Skema Farmakodinamik

Skema Farmakodinamik

Farmakodinamik merujuk pada hubungan antara konsentrasi obat pada reseptor dan respon farmakologis, termasuk efek biokimia dan fisiologis yang mempengaruhi interaksi obat dengan reseptor.

Interaksi suatu obat dengan suatu reseptor menyebabkan inisiasi suatu aturan kejadian molekuler yang menghasilkan suatu respon farmakologis atau bahkan toksik. Model farmakokinetik - farmakodinamik di susun untuk mengaitkan kadar obat dalam plasma dengan konsentrasi obat pada reseptor dan menetapkan intensitas serta perjalanan obat.

Oleh karena konsentrasi obat merupakan satu unsur penting dalam penentuan farmakokinetika individual atau populasi, konsentrasi obat di ukur dalam sampel biologis seperti ASI, saliva, plasma dan urine. Metode analitik yang akurat dan tepat sudah ada untuk digunakan dalam pengukuran obat - obat dalam matriks biologis. Pengukuran tersebut secara umum di validasi sehingga dihasilkan informasi yang akurat untuk pemantauan skema farmakodinamik.

Pada umumnya, metode yang paling sering digunakan adalah metode kromatografi untuk suatu pengukuran konsentrasi obat, karena kromatografi memisahkan obat dari bahan - bahan lain yang tercampur secara lebih jelas dan tepat.

Pengukuran konsentrasi obat dalam masing - masing jaringan tubuh dapat menghasilkan informasi penting, seperti jumlah obat yang tertahan di dalam jaringan atau yang di transpor ke dalam jaringan, jumlah eliminasi obat serta jumlah metabolit yang dapat terbentuk.

2018-09-30T10:11+07:00
About Disclaimer Contact © 2018 Kalkulatif.com