Kalkulatif.com

Sistem Saraf Organ dan Fungsinya

Sistem Saraf Organ dan Fungsinya

Ada dua jenis sistem kerja sel saraf di dalam tubuh bila di tinjau berdasarkan fungsinya. Fungsi dari suatu sistem saraf utamanya itu terdiri dari di sebut sistem somatik dan juga sistem otonom.

Berikut ini adalah jenis - jenis sistem saraf yang ada pada tubuh seseorang, meliputi:

1. Somatik (Sadar)

Sistem saraf somatik adalah bagian dari sistem saraf untuk merasakan rangsangan eksternal. Sistem saraf somatik bertanggung jawab untuk semua kontraksi otot secara sadar Sistem saraf somatik adalah bagian dari sistem saraf yang bertanggung jawab untuk gerakan tubuh secara sadar dan untuk merasakan rangsangan eksternal. Semua panca indera dikendalikan oleh sistem ini. Sistem saraf somatik adalah sub-bagian dari sistem saraf perifer.

2. Otonom (tidak sadar)

Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Sistem saraf otonom terdiri dari simpatik dan parasimpatik.

a. Simpatik

Sistem saraf simpatis merupakan salah satu bagian sistem saraf otonom yang juga bagian daripada sistem saraf perifer. Saraf simpatis berasal dari sumsum tulang tepatnya di ruang segmen thoraks (dada) pertama, dan berlanjut ke segmen kedua atau ketiga ruang tulang lumbalis. Sebagai contoh saraf simpatik bekerja dengan mempercepat detak jantung.

b. Parasimpatik

Saraf parasimpatis adalah saraf yang berpangkal pada medulla oblongata dan pada daerah sacrum dari medulla spinalis. Oleh karena itulah saraf parasimpatis disebut juga saraf craniosacral. Contoh kerja saraf parasimpatik memperlambat detak jantung.

2018-09-16T14:00+07:00
About Disclaimer Contact © 2018 Kalkulatif.com