Kalkulatif.com

Senyawa Terpenoid Pada Tumbuhan Paku

Senyawa Terpenoid Pada Tumbuhan Paku

Secara kimia, terpenoid umumnya larut dalam lemak dan hanya terdapat didalam sitoplasma sel tumbuhan. Biasanya terpenoid diekstraksi dari jaringan tumbuhan dengan memakai eter minyak bumi, eter, atau kloroform, dan dapat dipisahkan secara kromatografi pada silika gel atau alumina

Tetapi, sering kali terdapat kesukaran sewaktu mendeteksi dalam skala mikro karena hampir semua senyawa terpenoid tidak berwarna dan tidak ada pereaksi kromogenik yang peka.

Berdasarkan hasil penelitian fitokimia yang telah dilakukan pada beberapa spesies tumbuhan paku dapat dinyatakan bahwa tumbuhan paku mengandung berbagai senyawa bioaktif golongan terpenoid, steroid, fenilpropanoid, poliketida, flavonoid, alkaloid, stilben, santon, turunan asam benzoat, lipid, dan senyawa belerang.


Tumbuhan paku (Adiantum philippensis L.)

Berikut tumbuhan paku dalam taksonomi yang dapat dinyatakan sebagai berikut:

Divisi: Pterydophyta

Kelas : Pterydopsida

Bangsa: Polypodiales

Suku : Adiantaceae

Marga : Adiantum

Spesies : Adiantum philippensis L.


Tumbuhan paku (Adiantum philippensis L.) sering dicirikan dengan batangnya yang pendek. Secara menyeluruh, terlihat pertumbuhannya yang tegak atau agak tegak. Sisiknya berwarna coklat gelap, berbentuk sempit, yang panjangnya sampai 3mm. Tangkai entalnya beralur serta warnanya agak hitam. Masing - masing tangkai entalnya berukuran 8 sampai 18 cm. Anak - anak daunnya berjumlah sampai 12 pasang, yang letaknya agak berseling pada ental yang panjangnya mencapai 30cm. Bentuk helaian anak daun seperti kipas. Teksturnya tipis tapi kuat. Kumpulan sporanya terdapat di sepanjang tepi daun.

Teknik Isolasi

Cara mengisolasi yaitu sampel yang berupa serbuk kering bagian aerial tumbuhan paku seberat 800 gram diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Maserasi dilakukan pada suhu kamar selama 24 jam sebanyak 4 kali. Selanjutnya hasil maserasi n-heksana disaring menghasilkan ekstrak n-heksana dan residu. Ekstrak n-heksana yang diperoleh diuapkan dengan rotary vacuum evaporator menghasilkan ekstrak padat berwarna hijau gelap seberat 40 g. Sebanyak 5 g ekstrak yang diperoleh, dipisahkan komponen-komponennya menggunakan metode kromatografi cair vakum (KCV) menggunakan fasa diam silika gel Merck 60 GF-254 dengan eluen berturut-turut n-heksana, campuran n-heksana-etilasetat, dan etilasetat menghasilkan 111 fraksi (@ 15 mL). Hasil pemisahan dimonitor dengan KLT dengan eluen n-heksana-etilasetat = 4 : 1. Gabungan fraksi 40-44 yang berupa padatan kuning di rekristalisasi dengan menggunakan metanol menghasilkan isolat A sebanyak 335 mg. Selanjutnya isolat diuji kemurnian dengan pengukuran titik leleh dan kromatografi lapis tipis (KLT) tiga sistem eluen. Identifikasi struktur molekul dilakukan dengan metodespektroskopi (UV, IR, dan MS).

Hasil Uji Kualitatif Senyawa Triterpenoid

Hasil isolasi dari ekstrak n-heksana bagian aerial tumbuhan paku kamuding(Adiantum philippensis L.) menghasilkan isolat yang berbentuk serbuk tidak berwarna dengan titik leleh 186 sampai 188 °C. Hasil positif pada uji dengan pereaksi Liebermann-Burchard (merah jingga) menunjukkan bahwa senyawa hasil isolasi termasuk golongan terpenoid.

2018-09-11T14:51+07:00
About Disclaimer Contact © 2018 Kalkulatif.com