Kalkulatif.com

Pelemahan Rupiah Cukup Merugikan Industri Farmasi

Pelemahan Rupiah Cukup Merugikan Industri Farmasi

Industri farmasi merupakan salah satu yang paling terpukul akibat dari nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menguat menembus angka Rp 14.200 hingga sejauh ini. Pelemahan nilai tukar ini sangat merugikan pihak manufaktur obat - obatan di dalam negeri ini, seperti menambah beban biaya produksi hingga pemeliharan dan perawatan peralatan produksi yang dibutuhkan.

Faktor utamanya adalah karena industri farmasi tersebut sebagian besar bahan bakunya berasal dari impor yang menggunakan dolar AS untuk membelinya, sedangkan penjualannya justru dengan menggunakan rupiah, karena dipasarkan di dalam negeri.

Ketergantungan industri farmasi terhadap bahan baku impor bisa dipengaruhi oleh banyak hal. Di antaranya ialah ketersediaan hayati di dalam negeri yang terbatas, hingga permasalahan hak paten yang masih mengganjal.

Solusi yang bisa mengurangi dampak yang besar ini bisa dengan berupaya meningkatkan bahan baku lokal untuk industri farmasi yang hingga saat ini masih sangat terbatas, agar tidak terlalu bergantung impor sehingga tidak terlalu terdampak akibat dari pelemahan nilai tukar rupiah seperti ini.

Diperlukan riset dan pengembangan secara berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku industri farmasi, baik bagi pengusaha itu sendiri maupun pihak yang ketiga lainnya.

Industri farmasi bukan satu - satunya sektor industri yang terdampak akibat dari penguatan dolar AS. Ada banyak industri lain juga yang terdampak, terutama sektor industri yang sebagian besar bahan bakunya impor, seperti industri makanan, dan lain - lain.

2018-09-02T09:41+07:00
About Disclaimer Contact © 2018 Kalkulatif.com