Kalkulatif.com

Kegunaan Biofarmasetika

Kegunaan Biofarmasetika

Biofarmasetika adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara sifat fisiko kimia obat, bentuk sediaan yang cocok untuk diberikan, dan pengaruh rute pemakaian terhadap laju dan jumlah absorbsi obat secara sistemik.

Jadi, biofarmasetika juga mencakup faktor - faktor yang dapat mempengaruhi stabilitas obat dalam suatu produk obat, pelepasan senyawa obat di lambung, laju disolusi / pelepasan obat dalam tubuh, dan alur absorbsi obat secara sistemik.

Studi biofarmasetika didasarkan atas prinsip dasar ilmiah dan metodologi eksperimental. Studi dalam biofarmasetika menggunakan metode in vitro dan in vivo. Metode invitro adalah salah satu prosedur yang dilakukan dengan menggunakan peralatan dan perlengkapan uji tanpa melipatkan makhluk hidup seperti binatang atau manusianya. Sedangkan metode in vivo merupakan studi yang lebih kompleks dibandingkan dengan metode in vitro di mana akan melibatkan subjek binatang atau bahkan manusia untu dilakukan pengujian.

Metode - metode tersebut harus mampu memperkirakan pengaruh sifat fisikokimia obat, stabilitas obat dan produksi obat dalam skala besar atau pabrik serta dapat memperkirakan efikasi obat dalam jaringan sistemik nantinya. Selain itu, harus dapat juga mempertimbangkan sifat - sifat obat dan bentuk sediaan dalam tubuh di mana tempat kegunaan efek terapeutik obat ditujukan serta rute pemakaian yang digunakan.

Langkah ini untuk memastikan keamanan dan jumlah bioavailibilitas obat pada jaringan reseptor sehingga sejauh mana bisa menghasilkan efek yang diinginkan. Dikarenakan bioavailibilitas satu bentuk sediaan dengan lainnya dapat berbeda - beda jumlahnya sekalipun sediaan keduanya mengandung zat aktif yang sama.

2018-09-30T10:16+07:00
About Disclaimer Contact © 2018 Kalkulatif.com