Kalkulatif.com

Ilmu Farmakologi dan Cabang Ilmunya


Ilmu Farmakologi dan Cabang Ilmunya

Farmakologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang obat yang berhubungan dengan seluruh aspeknya, baik sifat kimia, fisika, reaksi fisiologi, reabsorbsi dan nasibnya dalam organisme hidup.

Farmakologi mencakup beberapa cabang ilmu lain, di antaranya:
a. Farmakognosi
b. Farmasi
c. Farmakologi Klinik
d. Farmakoterapi
e. Farmakokinetik
f. Farmakodinamik
g. Toksikologi

Obat adalah zat kimia yang dapat mempengaruhi proses hidup yang dapat digunakan untuk pencegahan, diagnosa dan penyembuhan suatu penyakit.
Istilah-istilah yang berhubungan dengan obat :
a. Obat Tradisional
b. Obat Jadi
c. Obat Paten
d. Obat Essensial
e. Obat Generik

Penggolongan obat menurut peraturan perundang-undangan dibagi menjadi 5 golongan :
a. Obat Bebas
b. Obat Bebas Terbatas
c. Obat Keras
d. Obat Psikotropika
e. Obat Narkotika

Cara-cara pemberian obat :
- Oral
- Parenteral
- Rektal
- Topikal
- Efek lokal

Farmakodinamika
Farmakodinamika adalah aspak farmakologi yang mempelajari efek obat terhadap fisiologi dan biokimia berbagai organ tubuh dan mekanisme kerjanya.
Prinsip-prinsip farmakodinamika adalah sebagai berikut:

  1. Mekanisme kerja obat : secara fisis, kimiawi, melalui proses metabolisme dan secara kompetisi.
  2. Efek terapeutik : terapi kausal, simtomatis dan substitusi.
  3. Plasebo : obat tanpa ada kegiatan farmakologi.
  4. Efek obat yang tidak diinginkan : ESO
  5. Efek toksik : teratogenik

Farmakokinetika
Farmakokinetika adalah aspek farmakologi yang mempelajari nasib obat di dalam tubuh, yang meliputi absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi.
Absorbsi obat terjadi semua proses obat yang terjadi sejak obat diberikan dari tempat pemberian hingga obat mencapai sirkulasi sistemik. Obat kemungkinan hilang sebelum masuk sirkulasi karena dimetabolisme mikroflora usus, enzim GIT, first pass effect metabolism di hepar. Bioavailability of drug ( ketersediaan hayati obat ) didefinisikan sebagai besarnya obat yang dapat mencapai sirkulasi sistemik.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi absorbsi obat :
  1. Fisiologi GIT ( zat-zat kimiawi dalam usus
  2. Fisikokimiawi obat ( kemampuan melarut dalam usus )
  3. Ukuran partikel dan struktur kimiawi obat
  4. Formulasi farmasetika
  5. Faktor-faktor fisiologis ( penyakit, stres, obat ganda )
  6. Keberadaan makanan dalam GIT
  7. Mikroflora dan enzim-enzim dalam GIT

Distribusi Obat
Distribusi obat adalah proses perpindahan obat secara reversible ke dan dari darah atau plasma atau setiap obat yang berpindah dari darah dan tidak kembali akan mengalami eliminasi bukan distribusi.

Ruang distribusi :
Ruang intrasel ( 75% BB ) : cairan sel dan komponen sel padat.
Ruang ekstrasel ( 22% BB ) : cairan plasma

Faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi obat :
  1. Ukuran molekul : semakin kecil ukuran molekul semakin mudah terdistribusi.
  2. Ikatan obat dan protein : ikatan protein mempengaruhi intensitas, lama kerja dan eliminasi obat. Adanya obat lain dapat mempengaruhi ikatan obat.
  3. Sifat fisika dan kimia obat : obat yang larut lemak akan terkonsentrasi dalam jaringan lemak, obat hidrofil dalam ekstrasel.
  4. Aliran darah organ : sebelum tercapai keseimbangan, semakin tinggi aliran semakin tinggi terdistribusi.
  5. Fisiologi membran masing-masing organ : senyawa diekskresi oleh empedu keusus 12 jari akan direabsorbsi kembali.
  6. Perbedaan PH plasma dan jaringan : menentukan obat bebas dan obat terikat sehingga akan mempengaruhi distribusinya.

Metabolisme Obat
Metabolisme obat adalah proses perubahan struktur kimia obat dalam tubuh secara enzimatik menjadi senyawa yang lebih polar sehingga mudah diekskresi melalui ginjal.
Metabolisme obat terjadi dalam hati, usus, ginjal, paru, limpa, otot, kulit atau dalam darah.

Tujuan metabolisme obat :
- Mengakhiri efek farmakologi obat
- Merupakan proses detoksifikasi obat

Ekskresi Obat
Ekskresi obat adalah proses pengeluaran obat dan atau metabolitnya dari dalam tubuh melalui organ ekskresi.
Ekskresi obat terjadi pada :
- Ginjal
- Empedu
- Usus
- Paru-paru
- Kulit
- Saliva
- ASI

Tujuan ekskresi obat : untuk menghilangkan efek farmakologi obat melalui penurunan kadar obat dan atau metabolitnya dalam tubuh.
Ekskresi obat dan atau metabolitnya bergantung pada :
- Sifat fisika kimia
- Aliran darah organ
- Ikatan obat dengan protein
- Kondisi organ eliminasi

2018-08-28T17:21+07:00
About Disclaimer Contact © 2018 Kalkulatif.com