Kalkulatif.com

Harga Saham Murah, Bukan Berarti Saatnya Beli

Harga Saham Murah, Bukan Berarti Saatnya Beli

Investor pasar saham masih belum begitu berani melakukan aksi belinya selama beberapa pekan ini, sehingga dapat menyebabkan harga saham secara gabungan (IHSG) turun secara cukup drastis. Sementara itu, para investor asing juga banyak melakukan aksi jual pada portofolio sahamnya yang dapat menambah beban IHSG sendiri untuk dapat meningkat naik.

Sebenarnya, IHSG sudah murah bila di tinjau dari nilai PER-nya. Kalau di lihat dari chartnya berada pada level 5.800, harga ini pernah terjadi di tahun 2016 hingga awal 2017. Artinya posisi yang sudah pernah dicapai balik lagi ke posisi tahun lalu. Jadi posisi ini sudah rendah.

Price Earning Ratio (PER) adalah salah satu yang paling mendasar dalam mengukur analisa fundamental saham, dengan cara membandingkan antara harga saham dengan laba bersih perusahaan dalam setahun.

Tetapi, para pelaku pasar modal masih takut terhadap resiko yang mungkin saja timbul dalam mengambil langkah aksi beli saham tersebut. Di samping itu, ketidakjelasan dari pergerakan kurs juga dapat menyebabkan kepanikan investor terhadap pergerakan IHSG itu sendiri.

Memang nilai tukar dolar AS terhadap rupiah hari ini juga masih tinggi. Dolar terus mendekat ke level Rp 14.000, di mana hingga perdagangan hari ini sudah tercatat berada pada level Rp 13.970.

Oleh karena itu, masih sulit untuk bisa memprediksi sampai sejauh mana harga saham IHSG ini akan berhenti turun. Pergerakannya akan banyak dipengaruhi oleh pergerakan nilai mata uang domestik juga.

2018-09-02T10:17+07:00
About Disclaimer Contact © 2018 Kalkulatif.com