Kalkulatif.com

Gejala, Perlakuan dan Komplikasi Demam pada Bayi

Gejala, Perlakuan dan Komplikasi Demam pada Bayi

Demam selalu di tandai dengan tubuh yang sedang terinfeksi sehingga menimbulkan gejala suhu tubuh yang tinggi. Perlakuan terhadap demam pada bayi harus lebih diperhatikan dan juga komplikasi yang mungkin akan muncul.

Suhu tubuh bayi yang mulai tinggi tidak selalu mengidikasikan akan demam. Mungkin bisa karena perubahan suhu yang normal dan tidak serius.

Faktor umur bayi dapat mempengaruhi akan gejala demam yang akan muncul, seperti bayi di bawah 3 bulan lebih rentan demam daripada di atasnya.

Saat mulai timbul gejala demam, bebarapa pakar kedokteran menyebutkan bahwa naiknya suhu tubuh dapat membantu tubuh dalam menyerang bakteri dan virus secara efektif. Demam tersebut dapat menandakan pada pemberitahuan tubuh untuk membuat sel darah putih yang banyak untuk menyerang bakteri atau virus.

Tetapi bila suhu tubuh bayi belum mulai turun, bahkan lebih tinggi, maka jangan berikan dia apapun. Baiknya berikan saja dia ASI untuk menghindarinya dari dehidrasi. Dan jangan mengunakannya pakaian yang berlebihan.

Bila demam tetap berlanjut setelah beberapa hari, bisa diberikan obat paracetamol atau ibuprofen. Ibuprofen tidak direkomendasikan bila bayi masih di bawah umur 6 bulan.

Perhatikan demam pada bayi dengan ada tidaknya komplikasi infeksi lain yang cukup serius, seperti infeksi dari roseola, meningitis dan bakterimia.

Komplikasi ini dapat di tandai dengan suhu tubuh yang sangat tinggi tetapi juga menimbulkan gejala yang tidak normal seperti demam biasanya.

2018-10-18T15:26+07:00
AboutDisclaimerContact © 2018 Kalkulatif.com