Kalkulatif.com

Faktor yang Mempengaruhi Bioavailabilitas Obat

Faktor yang Mempengaruhi Bioavailabilitas Obat

Bioavailabilitas merupakan sejumlah zat yang terabsorbsi ke dalam jaringan reseptor yang ditunjukkan dalam suatu pengukuran laju dan jumlah zat obat yang ada di reseptor, atau di aliran darah bila pemberian obat yang ditujukan ke dalam aliran darah saja.

Setiap sediaan obat yang akan berbeda tingkat bioavailibilitasnya di tiap pemberian obatnya, meskipun memiliki zat aktif zat tambahan (formulasi) yang sama bila di produksi oleh pabrik farmasi yang berbeda, dikarenakan metode prosedural yang diterapkan oleh setiap pabrik berbeda sehingga dapat mempengaruhi tingkat bioavailabilitas serta stabilitas obat tersebut.

Studi bioavailabilitas dilakukan baik terhadap bahan obat aktif yang telah disetujui maupun terhadap bahan obat dengan efek terapeutik yang belum disetujui untuk dipasarkan. Penyetujuan ini diperlukan untuk menjamin bahwa produk obat yang dipasarkan tersebut aman dan memberikan efek yang diinginkan.

Selanjutnya, setiap produk obat yang dipasarkan juga harus sedapat mungkin memenuhi seluruh standar yang digunakan dalam pemasaran produk obat. Studi bioavailabilitas inilah yang bisa digunakan untuk bisa menjamin bahwa seluruh standar tersebut akan terpenuhi.

Pertimbangan menggunakan studi bioavailabilitas digunakan sebagai suatu aspek pertimbangan dari kualitas produk obat yang dihasilkan dengan ditunjukkan dari hasil studi bioavailabilitas secara in vivo yang dapat membuktikan keamanan dan efikasi obat tersebut.

Pada formula - formula obat baru juga dilakukan studi secara in vivo terlebih dahulu. Studi ini bertujuan untuk menentukan tingkat bioavailabilitas dan karakterisasi formulasi, bentuk sediaan serta pembuatan formula pembandingnya, sehingga pada akhirnya juga bisa menjamin keamanan dan efek terapi obat tersebut.

2018-09-30T10:04+07:00
About Disclaimer Contact © 2018 Kalkulatif.com