Kalkulatif.com

Bisnis Retail di Indonesia

Bisnis Retail di Indonesia

Selaku pemain retail di Indonesia, terkadang akan ada kondisi di mana perusahaan bisnis ritelnya yang dijalankan tidak begitu cukup menghasilkan keuntungan atau laba setiap tahunnya, bahkan hingga mengalami kondisi merugi. Kondisi kerugian ini bisa disebabkan oleh beberapa hal yang menjadi penyebabnya.

Seperti pada jaringan retail Alfamart mencatat penurunan kinerja sepanjang 2017. Laba yang dicatat perusahaan ritel kecil ini mengalami penurunan hingga 50 persen, jika dibandingkan dengan laba 2016. Penurunan laba seperti ini bisa disebabkan oleh kondisi pasar ritel tidak berjalan dengan baik, terutama di alami oleh ritel dalam skala kecil. Melesunya pasar ritel bisa di lihat pada perilaku konsumen yang lebih menahan pengeluarannya pada sektor konsumtif di tengah perekonomian yang belum menunjukkan peningkatan.

Selain itu, naiknya biaya operasional perusahaan membuat lebih membebani perusahaan dalam mencetak laba dalam jumlah besar, di mana komponen paling besar yang membuat beban meningkatnya biaya operasional tersebut berasal dari biaya personel (karyawan). Terlebih lagi, kondisi ini tidak bisa dihentikan begitu saja mengingat kenaikan upah pekerja setiap tahun selalu terjadi.

Penurunan labanya pun akan sangat mungkin berlanjut cukup signifikan, bila tidak ada solusi yang pasti terhadap permasalahan yang cukup mengganjal ini. Kendati demikian, masih ada potensi terhadap pasar ritel dalam mencetak laba di masa yang akan datang. Dikarenakan, potensi pertumbuhan sektor ritel akan selalu ada.

Jadi, ekspektasi kenaikan penjualan di sektor ritel ini memang tidak tercapai dan itu bisa menyebabkan profit turun. Tetapi, untuk mencapai perusahaan kembali mencetak laba, diperlukan solusi yang konkrit terhadap permasalahan ini.

2018-09-02T11:06+07:00
About Disclaimer Contact © 2018 Kalkulatif.com