Kalkulatif.com

Anabolisme dan Katabolisme

Anabolisme dan Katabolisme

Metabolisme dalam makhluk hidup dapat dibedakan menjadi dua yaitu anabolisme dan katabolisme. Di mana reaksi anabolisme bertugas dalam menyusun senyawa, sedangkan katabolisme bertugas pada proses penguraian atau pemecahan senyawa.

Anabolisme adalah suatu reaksi penyusunan senyawa kompleks dari berbagai senyawa sederhana, seperti sintesis asam lemak, sintesis asam amino, atau sintesis dari berbagai metabolit sekunder lainnya.

Dalam reaksi anabolisme dibutuhkan energi yang diperoleh dari reaksi katabolisme. Reaksi anabolisme dapat dibedakan menjadi dua bila di tinjau dari sumber energi yang dipakai, yaitu fotosintesis dan kemosintesis. Fotosintesis menggunakan energi cahaya sebagai sumber energi, sedangkan sumber energi untuk kemosintesis adalah energi kimia.

Sedangkan katabolisme adalah suatu reaksi pemecahan molekul - molekul kompleks yang besar menjadi molekul yang lebih kecil secara lebih sederhana. Ada tiga proses pada reaksi katabolisme (pemecahan), yaitu katabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.

1. Katabolisme Karbohidrat

Katabolisme molekul karbohidrat dimulai saat terjadi pencernaan makanan. Dengan kondisi seperti itu, maka molekul - molekul karbohidrat kompleks (polisakarida) akan diuraikan menjadi molekul karbohidrat sederhana (monosakarida). Proses yang berlangsung pada katabolisme terjadi secara enzimatis.

2. Katabolisme Lemak dan Protein

Katabolisme lemak dan protein juga dapat dirombak untuk memperoleh energi. Perombakan atau katabolisme menghasilkan energi lebih sedikit dibandingkan dengan karbohidrat, sedangkan katabolisme lemak menghasilkan energi dua kali lebih banyak dalam per unit massa.

Perombakan lemak dimulai saat lemak berada didalam sistem pencernaan makanan. Lemak akan dirombak menjadi asam lemak dan gliserol. Gliserol tersebut merupakan suatu senyawa yang mempunyai 3 atom C adalah hasil pemecahan lemak kemudian diubah menjadi gliseraldehid 3-fosfat, selanjutnya gliseraldehid 3-fosfat mengikuti jalur glikolisis akan menjadi piruvat. Asam lemak sendiri akan pecah menjadi molekul - molekul yang mempunyai 2 atom C, selanjutnya akan diubah lagi menjadi asetil koenzim A.

Sedangkan protein merupakan biomolekul yang tersusun atas asam - asam amino. Meskipun protein bukan merupakan sumber energi utama bagi tubuh, oksidasi asam amino dapat memberikan sekitar 10% dari total energi yang diperlukan oleh tubuh. Di dalam sistem pencernaan makanan, protein dapat diuraikan oleh enzim protease dengan cara dirombak menjadi peptida - peptida yang lebih sederhana, yaitu asam amino , asam amino tersebut kemudian akan mengalami deaminasi, yaitu pemutusan gugus amino dari asam amino.

2018-09-11T09:03+07:00
About Disclaimer Contact © 2018 Kalkulatif.com